Bab 132 Keberuntungan
Yuan Qing dan yang lainnya berada di dalam aula. Begitu melihat Zhao Yuanyun keluar, mereka segera menghampirinya. "Kakak Seperguruan, bagaimana keadaan adik dari Saudari Xiang?"
Zhao Yuanyun terus melangkah maju tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Yuan Qing tiba-tiba merasa heran. "Eh? Kakak Seperguruan, kenapa wajahmu merah sekali?"
Baru saat itulah ia menyadari bahwa wajah kakak seperguruan yang biasanya tampak tenang dan dingin itu kini memerah padam, bahkan hingga ke leher dan telinganya.
Apa yang sebenarnya terjadi?
"Ruang bawah tanah itu terlalu pengap. Ayo pergi." Zhao Yuanyun mengusap bibir tipisnya dengan jemari yang ramping. Pikirannya tampak melayang entah ke mana saat ia terus berjalan keluar.
Yuan Qing melirik ke arah dapur di belakang, merasa ada sesuatu yang janggal, namun ia tidak punya waktu untuk bertanya lebih jauh kepada Saudari Xiang. Ia pun terpaksa bergegas menyusul.
...
Xue Ranxiang berdiri di sudut dinding, menatap ke arah ruang bawah tanah. Sudahlah, Xue Rantian dan yang lainnya tidak akan mati kelaparan dalam waktu dekat. Ia harus membereskan masalah ini dengan sistemnya terlebih dahulu.
"Sistem, bukankah kau bilang sebelumnya bahwa kau baru bisa berkembang jika aku mencapai target tertentu? Mengapa kau begitu cepat memiliki kecerdasan?" Ada banyak pertanyaan di benaknya.
Nada bicara sistem tadi jelas menunjukkan bahwa ia sudah memiliki kesadaran sendiri.
"Benar." Sistem menjawab dengan ceria, "Energi di dalam tubuh Zhao Yuanyun sungguh luar biasa. Awalnya, kau memang harus mencapai target berikutnya agar aku bisa berkembang dan memiliki kecerdasan. Tak disangka, hanya dengan mengisi sedikit energi darinya, kecerdasanku langsung bangkit."
"Kurasa hubunganmu dengannya di masa lalu tidaklah sederhana."
"Apa hubunganku dengannya?" Xue Ranxiang bingung. "Kita bahkan belum pernah bertemu lebih dari beberapa kali, tahu!"
Jangan mengada-ada.
"Entahlah, mungkin ada ikatan dari kehidupan lampau." Sistem tampak masih penasaran. "Tuan, jika kau mendengarkanku dan langsung menerkamnya, mungkin aku bisa menjadi jauh lebih pintar dari sekarang."
"Tutup mulutmu, kau hanya bisa memberi saran yang buruk." Xue Ranxiang memaki, "Apa tidak ada cara lain untuk mengisi energi?"
Mengandalkan tindakan tidak sopan pada Zhao Yuanyun untuk mengisi energi bukanlah solusi jangka panjang.
"Untuk saat ini tidak ada, tapi cobalah sering-sering bepergian di masa depan, mungkin kau bisa bertemu orang lain yang memiliki energi serupa?" saran sistem.
"Baiklah, periksa apakah ada bahaya di sekitar, lalu matikan dirimu." Xue Ranxiang menghela napas.
Energi lima persen tidak ada gunanya. Lebih baik menghemat energi dan menyimpannya untuk saat-saat genting.
"Tuan bisa mengaktifkan mode hemat energi untukku. Dalam mode ini, energi lima persen bisa bertahan selama lima hari." Suara sistem terdengar gembira. "Saat ini tidak ada bahaya bagi Tuan, justru sebaliknya, keberuntunganmu sedang bagus. Sepertinya nasib baik akan segera datang."
"Kau yakin?" Xue Ranxiang bersikap skeptis.
Ia curiga sistem nakal ini sedang berusaha merayunya dengan kata-kata manis karena telah membuatnya marah. Ia tidak semudah itu untuk ditipu.
"Tuan, sistem ini selalu berada di pihakmu, bagaimana mungkin aku menipumu?" Sistem segera menyatakan kesetiaannya.
"Sebaiknya begitu." Xue Ranxiang mendengus pelan.
"Arah keberuntungan Tuan ada di sana." Sebuah panah muncul di layar sistem, menunjukkan suatu arah.
Xue Ranxiang mengerutkan kening. Bukankah itu arah menuju Desa Sancang?
Zhao Yuanyun baru saja memintanya untuk kembali ke Desa Sancang. Mungkinkah memang ada sesuatu yang baik menantinya di sana?
Ia menimbang-nimbang situasinya. Kedai minuman dan kota kabupaten ini tidak bisa lagi menjadi tempatnya bernaung. Si psikopat Zhao Yuanyun itu bisa saja kembali kapan saja untuk menangkapnya.
Uang yang dimilikinya mungkin cukup untuk dirinya sendiri, tetapi tidak cukup untuk membawa tiga orang pergi jauh. Sepertinya ia memang harus kembali ke Desa Sancang, lalu memikirkan cara untuk mengolah sesuatu agar bisa ditukar dengan uang.
Hanya dengan bekal dan modal yang cukup, ia bisa berangkat dengan tenang.
Mengenai Nyonya Jiang, setelah kejadian ini, bukankah sikap mereka seharusnya sedikit berubah?
Setelah memantapkan rencana, ia melangkah menuju ruang bawah tanah tempat Nyonya Jiang dan yang lainnya berada.