Bagian 47 Pelayan Muda
Ketika Xue Ranxiang menertawakannya seperti itu, alis He Zhencheng tak kuasa untuk tidak berkedut, dan telinganya pun memerah tanpa sadar. "Apa yang kau omongkan?"
"Coba kau lihat sendiri," Xue Ranxiang menunjuk padanya, apakah dia hanya asal bicara?
"Bukan seperti yang kau pikirkan," He Zhencheng berusaha melepaskan diri dari beberapa wanita yang menahannya, tapi ia sungkan menggunakan tenaga sebab mereka semua perempuan.
"Lalu seperti apa?" Xue Ranxiang menyilangkan tangan di dada, tersenyum sambil bertanya.
Ia benar-benar hanya menonton pertunjukan.
Anak muda He Zhencheng ini biasanya sangat sombong, namun sekarang malah tampak lebih enak dipandang.
"Adiknya menggunakan surat penjualan diri untuk berhutang di rumah makan kami. Sampai sekarang hutangnya belum lunas, sekarang dia malah mau merampas surat penjualan diri itu," salah seorang wanita berseru keras.
"Jadi kalian memang sedang menagih hutang," Xue Ranxiang mengangguk paham, "Memang sudah seharusnya kalian mencarinya."
Ia memandang He Zhencheng dengan tatapan penuh rasa senang atas penderitaan orang lain, "Kau tetap di sini, pikirkan baik-baik bagaimana membayar utang mereka. Aku masih ada urusan, jadi tak bisa menemani lebih lama."
Sambil berkata begitu, ia berbalik hendak pergi, nyaris tak sanggup menahan tawa. Benar-benar sudah seharusnya orang jahat mendapat ganjaran. Ada juga harinya He Zhencheng seperti ini.
"Dia tunanganku!" tiba-tiba He Zhencheng berseru lantang, "Dia punya uang!"
"Sial!" Xue Ranxiang mengumpat dalam hati dan langsung hendak kabur.
Kalau bukan takut ditangkap oleh mereka, sekarang juga ia akan mencekik He Zhencheng sampai mati.
Ia hanya kebetulan lewat, tak mengusik siapa-siapa, kenapa malah jadi begini? He Zhencheng benar-benar tak tahu malu!
"Mau lari?"
Beberapa lelaki bertubuh besar tiba-tiba muncul dan menghadang di depan Xue Ranxiang.
Xue Ranxiang tak punya pilihan selain menghentikan langkahnya. Ia tersenyum kecut, melambaikan tangan pada mereka, "Hai, para abang... hai!"
Kesal sekali!
Tadi seharusnya tak usah peduli pada He Zhencheng si brengsek itu, tak perlu pula menonton keributan. Ah, rasa ingin tahu memang bisa mencelakakan orang!
Kelompok lelaki itu memaksa Xue Ranxiang, ia tak punya jalan keluar selain mundur hingga kini berdiri di samping He Zhencheng.
"Benarkah kau tunangannya?"
Saat itu, mucikari bertata rias tebal dari Rumah Bunga Musim Semi juga keluar, menoleh dan menatap Xue Ranxiang.
"Bukan, bukan, sama sekali bukan," Xue Ranxiang langsung menggeleng keras, "Kalian salah paham, aku hanya tetangganya saja, saling kenal. Dia baru menuduhku karena kepepet, kalau tak percaya suruh saja orang kalian cek ke desa kami, sungguh aku tak ada hubungan apa-apa dengannya!"
Hanya orang bodoh yang mau mengaku!
Jelas, kalau mengaku berarti harus membantu He Zhencheng membayar utang.
Uang ini ia dapatkan dengan susah payah, mana mungkin semudah itu dihabiskan!
"Orang di jalan banyak berlalu lalang, kenapa dia hanya menuduhmu seorang?" Mucikari itu jelas tak percaya.
"Bukan begitu, bibi, dengarkan aku dulu..." Xue Ranxiang hendak menjelaskan.
"Siapa yang kau panggil bibi?" Wajah mucikari itu langsung berubah.
"Kakak, kakak, aku salah bicara!" Xue Ranxiang buru-buru memohon, "Begini, dia itu mantan tunanganku, aku sudah membatalkan pertunangan, dia tak mendapatkanku lalu berusaha merusak, sengaja membalas dendam padaku..."
"Kalau memang ada hubungan, bawa masuk saja," mucikari itu tak mau mendengar penjelasan, langsung ingin menyeretnya pergi.
"Jangan dong," Xue Ranxiang sungguh tak mau pergi ke tempat seperti itu, "Biarkan saja dia di sini, dia tinggi dan kuat bisa jadi kuli buat kalian, wajahnya juga tampan, bisa dibayar dengan tubuhnya. Kalau masih kurang, jadikan saja dia penghibur pria, dengan paras seperti itu pasti bisa jadi bintang utama..."
"Xue Ranxiang!" Wajah tampan He Zhencheng memerah lalu memucat, tak peduli lagi soal perempuan atau tak perempuan, ia membanting semua orang yang menahannya ke tanah.
Perempuan ini bicara apa soal membayar dengan tubuh? Jadi penghibur pria? Seorang lelaki boleh mati, tapi tak boleh dihina!