Bab 153: Terlalu Muda Saat Itu
Bai Youwei mengulurkan tangan untuk menyeka darah di wajah Shen Mo.
Ada beberapa goresan merah di wajah Shen Mo, seperti disayat oleh bilah pisau yang tajam. Meskipun lukanya sudah mengering dan membentuk keropeng, butiran darah masih merembes di kulitnya.
Setelah beberapa kali mengusap, tangannya penuh dengan darah. Shen Mo lantas menggenggam tangan gadis itu untuk menghentikannya.
"Tanganmu akan kotor," ucapnya.
Dengan gerakan santai, Bai Youwei menyeka tangannya pada pakaian pria itu.
Shen Mo: "..."
Lalu, apa gunanya tadi kamu membantuku membersihkannya?
Kedua tangan kecilnya kembali meraba-raba tubuh pria itu dengan tidak tenang. "Apakah ada bagian yang terluka?"
Shen Mo tidak menutupinya dan menjawab dengan terus terang, "Bahu digigit sekali, tetapi sekarang sudah tidak begitu sakit."
Bai Youwei langsung menarik pakaian pria itu untuk melihatnya.
Terdapat bekas gigitan yang cukup besar di bahu kiri. Gigi tanaman pemakan daging itu mirip seperti gigi hiu yang tersusun berlapis-lapis. Gigitan yang menancap di bahu Shen Mo membentuk bekas lingkaran seperti bunga yang mekar, berlumuran darah.
Untungnya, luka itu sudah mulai menutup dengan perlahan.
Sepertinya pergi ke labirin adalah keputusan yang sangat menguntungkan. Jika kondisi fisik terus meningkat seperti ini, kecuali menghadapi cedera yang fatal, pada dasarnya mereka tidak akan membutuhkan lumpur katak lagi.
Meskipun demikian, Bai Youwei tetap menoleh dan menatap tajam ke arah Zhu Xiaofen dengan penuh permusuhan.
"Pantas saja kalian adalah pemain yang keluar dari labirin." Sang pengawas duduk di samping sambil memperhatikan mereka dengan senyuman. "Sungguh langka. Sudah sangat lama aku tidak melihat orang yang bisa keluar dari labirin dalam keadaan hidup."
Bai Youwei membalas dengan ketus, "Kau setiap hari meringkuk di sudut sempit seperti ini dan tidak bisa keluar, memangnya berapa banyak orang yang bisa kau lihat? Kurang piknik!"
Pengawas: "..."
"Sudahlah." Shen Mo menghentikannya agar tidak terus memprovokasi pengawas. "Pilihlah kartunya, mari kita selesaikan permainan ini dengan cepat."
Bai Youwei mencibir, melirik sekilas ke kartu-kartu putih di atas meja, lalu mengambil satu secara acak dan membaliknya:
[Kejujuran: Ceritakan satu perbuatan buruk yang pernah kaulakukan.]
"Wah... Siapa yang menulis ini, tidak ada niat sama sekali," kata Bai Youwei dengan nada jijik.
Tidak ada seorang pun di meja yang bersuara.
Bai Youwei juga tidak peduli dan menopang dagunya sambil berpikir sendiri.
"Kenapa tidak bicara? Tidak bisa menjawab?" ucap pengawas dengan nada penuh niat buruk. "Kau bisa memilih dua tantangan untuk menggantikan pertanyaan kejujuran ini."
Bai Youwei meliriknya sekilas. "Apa kau tidak takut aku mencabuti semua bunga di halamanmu?"
"Oh?" Pengawas itu bertanya, "Memangnya kau bisa?"
"Hih..." Bai Youwei memejamkan matanya sejenak. "Biar kupikirkan dulu. Perbuatan buruk yang kulakukan terlalu banyak, sampai-sampai aku bingung harus menceritakan yang mana."
Semua orang: "..."
Shen Mo berkata, "Kalau begitu, ceritakan saja yang paling buruk."
Bai Youwei menatapnya dengan tidak puas. "Kita ini masih satu tim, kan?"
"Iya," jawab Shen Mo sambil tersenyum. "Makanya aku tidak keberatan."
Barulah Bai Youwei menunjukkan senyuman puas dan berkata dengan murah hati, "Baiklah, kalau begitu aku akan menceritakan satu~"
"Kira-kira saat aku berumur 14 tahun... atau mungkin 13 tahun, aku tidak begitu ingat waktu pastinya. Ibuku mencarikanku seorang dokter keluarga yang sangat menyebalkan, yang datang berkunjung dua kali seminggu. Aku menyuruh ibuku memecatnya, tetapi ibuku sepertinya otaknya sedang konslet. Setelah memecat pria itu, dia memberinya uang dalam jumlah besar! Katanya sebagai kompensasi!
Aku sangat marah saat itu! Lalu, aku diam-diam menggunakan ponsel ibuku untuk mengirimkan beberapa pesan bernada mesra kepadanya—
'Apakah uang yang dikirimkan untukmu sudah diterima? Aku bisa memberimu kehidupan yang lebih baik, asalkan kau meninggalkan wanita itu'~
Aku juga mengirimkan surat pengaduan anonim ke rumah sakit tempat dokter keluarga itu bekerja~
Setelah itu, keadaannya menjadi sangat ramai. Istri pria itu menemukan pesan tersebut dan mengira suaminya dipelihara oleh ibuku, lalu membuat keonaran di kantor ibuku. Bahkan para wartawan sampai berdatangan! Ibuku harus mengerahkan banyak tenaga untuk meredakan masalah itu.
Uang yang didapatkan dokter keluarga itu dari ibuku semuanya disita oleh istrinya, dan izin praktiknya juga dicabut. Hmm, ibuku sempat mencurigaiku, tetapi dia tidak punya bukti. Ya, kurang lebih begitulah."
Bai Youwei mengenang masa lalu itu dengan penuh perasaan. "Kalau dipikir-pikir sekarang, sebenarnya itu bukan hal yang buruk, kan? Lagipula saat itu aku masih muda. Jika diganti dengan sekarang, aku pasti bisa melakukannya dengan lebih baik~"