Bab 9: Putaran Terakhir
Putaran ketiga perlombaan dimulai—
Dor!
Suara tembakan menggema, semua orang serentak melesat dari garis awal!
Meski setiap orang telah mengerahkan seluruh tenaganya, setelah berlari puluhan meter, kecepatan mereka mulai menurun dengan jelas!
Secara tak terduga, Shen Mo melesat ke depan, memanggul Bai Youwei dan berlari di posisi pertama.
Awalnya Bai Youwei terkejut, tapi setelah berpikir sejenak, ia segera mengerti: Shen Mo sengaja menahan tenaga pada dua putaran sebelumnya.
Tindakan itu memang berisiko, namun memberi mereka peluang hidup lebih besar di putaran ketiga ini.
Dari belakang terdengar teriakan panik dan sumpah serapah.
Bai Youwei menoleh dan melihat pria paruh baya itu berwajah sepucat kertas, keringat membanjir seperti hujan, dan matanya merah darah! Entah sejak kapan, ia telah melepas ikat pinggang kulit di pinggangnya, kini ia mengayunkannya gila-gilaan, memukuli siapa pun yang berlari di depannya!
Orang yang terkena cambukan itu, ada yang terhuyung beberapa langkah, bahkan ada yang langsung terjatuh! Bahkan kelinci-kelinci yang mengejar pun terkena beberapa kali cambukan. Mereka tampaknya masih punya sedikit kecerdasan, bergegas menghindari pria paruh baya itu, malah menyerang orang-orang yang terluka!
Dua orang lagi tewas.
Untung saja Shen Mo berlari paling depan, cukup jauh dari pria paruh baya itu, kalau tidak, di lingkungan yang begitu kejam, terkena beberapa cambukan saja akibatnya bisa fatal.
“Tunggu aku! Tunggu aku!...” Pria paruh baya itu berlari mati-matian di belakang, mengayunkan ikat pinggang tanpa henti. Kini, di sekelilingnya sudah tidak ada orang lagi yang bisa dijadikan tumbal, hanya tersisa semakin banyak kelinci!
Fakta bahwa ia masih bertahan sampai sekarang benar-benar karena ledakan potensinya. Bai Youwei tadinya mengira pria itu akan tewas sejak awal perlombaan.
“Tunggu aku… Aku tidak mau mati, aku tahu jawabannya!” Pria paruh baya itu sudah hampir mencapai batasnya, sambil berlari sekuat tenaga ia berteriak keras, “Siapa yang menyelamatkanku, akan kuberitahu jawabannya! Tunggu aku, aaaa…”
Entah ini usaha terakhirnya sebelum mati atau tidak, kata-katanya benar-benar berhasil menggoyahkan seseorang, sehingga ada yang melambat!
Pria berambut kuning melepas kaosnya, lalu melemparnya sekuat tenaga ke belakang! Tanpa meleset, kaos itu menutupi kepala seekor kelinci!
Entah karena keringat atau darah di pakaian itu, kawanan kelinci menjadi gaduh sejenak, lalu beramai-ramai menyerang kelinci yang tertutup kaos!
Pria paruh baya itu pun sekali lagi lolos dari maut!
Saat ini, papan garis akhir telah menampilkan soal baru—
“Rahim Kelinci”
“Kiri!” Demi membuktikan dirinya masih bernilai untuk diselamatkan, pria paruh baya itu berteriak tak sabar, “Kelinci melahirkan satu kali dalam sebulan! Jawabannya satu! Pilih lintasan nomor 1 di sebelah kiri!”
Jawaban sudah ada, tapi tak seorang pun berani mempercayainya begitu saja.
Pria berambut kuning menoleh ke arah gadis berkacamata.
Belajar dari pengalaman putaran sebelumnya, gadis berkacamata itu selalu berlari di sisi luar lintasan, menjaga jarak dari semua orang.
Pria berambut kuning kemudian memandang Shen Mo, matanya dipenuhi niat membunuh.
Untuk mencoba jawaban, Shen Mo yang sedang menggendong seorang gadis cacat jelas jadi pilihan terbaik saat ini.
Bai Youwei sudah berjaga-jaga padanya. Saat pria itu mendekat, ia langsung mengeluarkan pisau lipat buah dari saku bajunya, dan membukanya dengan cepat!
Pria berambut kuning itu tertegun sejenak.
Namun ekspresinya segera kembali dingin, sama sekali tak gentar pada pisau di tangan Bai Youwei.
Gadis cacat yang malang itu jelas tak punya daya ancam, Shen Mo berkata, “Serahkan pisaunya padaku.”
Bai Youwei menyerahkan pisau itu, lalu berkata, “Kebetulan aku tahu soal ini. Kelinci adalah hewan dengan dua rahim, jawabannya lintasan nomor 2, yang kanan!”
Suaranya tak terlalu keras, tapi cukup jelas untuk didengar semua yang tersisa, namun tak seorang pun berani percaya begitu saja.
Siapa yang tahu, mungkin ia sedang berbohong untuk menyesatkan pria berambut kuning itu?!
“Tahan sebentar, akan sedikit sakit.” Tiba-tiba Shen Mo berkata.
“Apa?” Bai Youwei bingung, belum sempat memahami, tubuhnya mendadak terangkat!
Dengan satu gerakan, Shen Mo membanting Bai Youwei ke lintasan kanan, tepat di garis akhir!
Seketika tubuhnya menghantam lantai, Bai Youwei merasa seluruh tulangnya hampir remuk!
Tapi ia tak sempat merasakan sakit, buru-buru bangkit mencari sosok Shen Mo—namun yang tampak di depannya hanyalah kawanan kelinci yang datang seperti mimpi buruk putih, menyapu Shen Mo dan pria berambut kuning!