Bab Sembilan Belas: Satu Lagi yang Telah Menuntaskan Hukuman
Keduanya saling diam, yang terlihat hanyalah pengalaman yang melonjak pesat, dan yang terdengar adalah suara ratapan memilukan dari para monster. Sampai akhirnya muncul informasi dari sistem: Liu Ruoxu menambahkanmu sebagai teman. Lalu sebuah pesan masuk: Aku sudah keluar, cepat jemput aku di depan kantor pengadilan.
Feng Xiaoxiao sebenarnya sangat enggan meninggalkan tempat penuh pengalaman ini, tapi mengingat Liu Ruoxu telah membimbingnya berlatih di dalam penjara, bahkan memberinya banyak obat, ia benar-benar tak sampai hati menolak. Ia pun membalas: Segera ke sana.
Ia berpamitan pada kedua temannya. Mereka memandangnya dengan mata terbelalak dan bertanya, "Mau ke mana?"
"Ada teman yang memanggilku!"
"Baru main dua hari saja sudah ada teman yang memanggil, cowok atau cewek?" tanya Jubah Harta.
"Cewek, kenal di penjara!"
"Kamu hati-hati, sekarang belum bisa lihat wajahnya, jangan-jangan malah monster!" Sebuah nasihat penuh persahabatan.
"Lihat saja pikiran kotormu itu!" Feng Xiaoxiao tidak senang karena dianggap seburuk itu.
Ia menuruni gunung, dengan langkah pasti kembali ke depan kantor pengadilan. Liu Ruoxu tengah celingukan, seolah khawatir orang lain tidak menyadari kalau ia sedang menunggu seseorang.
Ketika ia mendekat, Liu Ruoxu pun melihatnya dan tersenyum. Demi memastikan, ia kembali mengirim pesan: Aku sudah di depan kantor pengadilan, kamu di mana?
Liu Ruoxu menjawab agak sebal: Aku di depanmu, masa sudah tidak kenal lagi!
"Bukan begitu, utamakan keselamatan, sekarang semua orang mukanya mirip, jadi harus konfirmasi!"
"Kapan kamu keluar? Kenapa tidak menungguku?"
Feng Xiaoxiao membatin, aku juga ingin menunggu, tapi sistem tidak mengizinkan aku berlama-lama di dalam. Setelah diam sejenak, ia berkata, "Aku sudah keluar beberapa jam yang lalu. Setelah kamu offline, aku belum sempat keluar."
Liu Ruoxu bertanya, "Kamu sudah ngapain saja?"
Feng Xiaoxiao berpikir, hal memalukan seperti jadi pelayan toko tidak perlu diceritakan, jadi ia hanya berkata, "Tadi aku berlatih di luar kota Xiangyang!"
Liu Ruoxu berkata, "Kamu tahu soal orang misterius yang mengalahkan Pedang Satu Langit belum? Pasti tidak tahu, kamu kan sibuk latihan!"
Feng Xiaoxiao ingin mengubah jawaban tapi sudah terlambat, jadi ia hanya mengikuti alur, "Belum tahu!"
Liu Ruoxu mengumumkan dengan suara lantang, "Pedang Satu Langit sudah dikalahkan!"
Feng Xiaoxiao berakting terkejut, "Kok bisa? Bukannya dia petarung nomor satu?"
Liu Ruoxu puas dengan reaksinya, "Mau tahu ceritanya?"
Feng Xiaoxiao tersenyum getir, "Tentu saja mau!"
"Ayo cari tempat minum teh, aku ceritakan semuanya pelan-pelan!" Setelah berkata itu, ia menarik Feng Xiaoxiao pergi.
Sampai di tempat tujuan, Feng Xiaoxiao mendongak, ah, ternyata ini kedai teh yang sama seperti kemarin, kenapa harus ke sini, bukan tempat lain.
Liu Ruoxu tentu tidak tahu soal ini, ia menarik Feng Xiaoxiao masuk. Pemilik kedai melihat Feng Xiaoxiao dengan tatapan sedikit aneh. Feng Xiaoxiao membatin, benar saja NPC bisa mengenali orang. Ia pun mendekat dengan senyum kecut, "Pak, apa kabar!"
Liu Ruoxu memandang Feng Xiaoxiao dengan heran, "Kamu kok akrab sekali dengan NPC, sering ke sini ya?"
"Bukan, kemarin saja baru sekali, NPC zaman sekarang kan pintar, rasanya kayak bicara sama orang sungguhan!"
Liu Ruoxu mengangguk, "Benar juga!" Ia kembali menarik Feng Xiaoxiao naik ke lantai atas dan duduk di tempat yang sama seperti kemarin saat bersama Si Serba Tahu.
"Tahu kenapa aku bawa kamu ke sini?" tanya Liu Ruoxu setelah duduk.
"Buat cerita, kan?"
"Maksudku, kenapa tidak ke kedai teh lain, malah ke sini?"
Feng Xiaoxiao membatin, jangan-jangan dia tahu tadi sore aku kerja di sini, mana mungkin dia tahu, pikirnya gugup, lalu berkata, "Tidak tahu!"
Liu Ruoxu dengan bangga menjawab, "Karena jalan ini adalah tempat duel itu! Eh, kamu kenapa? Kok tiba-tiba jatuh?"
"Oh, tidak apa-apa, kaki bangku ini agak pendek sebelah, lanjutkan saja!"
"Sore tadi, orang misterius itu bertarung hebat melawan Pedang Satu Langit di jalan ini..." Liu Ruoxu menceritakan dengan gaya bombastis, bahkan lebih dramatis dari cerita Si Serba Tahu tadi sore. Kini detailnya lebih lengkap, misalnya setelah bertarung tiga ratus ronde, orang misterius itu akhirnya menemukan kelemahan Pedang Satu Langit, memanfaatkan kesempatan sekilas itu untuk memberi serangan penentu. Pedang Satu Langit nyaris kehilangan nyawa, namun orang misterius itu malah menolongnya dengan pukulan penolong, sehingga nyawanya terselamatkan.
Setelah mendengar, Feng Xiaoxiao bertanya ragu, "Sepertinya yang kamu ceritakan itu mirip pertarungan Pegasus lawan Shiryuu di Saint Seiya, ya!"
Liu Ruoxu kembali melotot, "Hei, ini informasi pertama, percaya tidak terserah kamu!"
Feng Xiaoxiao membatin, informasi pertama aslinya ada padaku, mana mungkin aku percaya. Namun ia berkata, "Percaya, tentu saja percaya!" Lalu menambahkan, "Kamu tahu siapa orang misterius itu?"
Liu Ruoxu menjawab, "Sekarang semua orang sedang menebak! Aku sudah putuskan mulai hari ini dia jadi idolaku!"
Feng Xiaoxiao berdeham, "Jangan terlalu kagum buta, kamu kan bahkan tidak tahu siapa dia. Bisa jadi orangnya aneh lho!"
"Kamu saja aneh aku bisa tahan, apalagi yang lain!" jawab Liu Ruoxu cengengesan.
Feng Xiaoxiao kembali berdeham, "Kita kan baru kenal, belum terlalu akrab juga!"
"Kamu belum pernah dengar istilah ‘sekali bertemu langsung akrab’? Aku sama kamu begitu!" Liu Ruoxu mengangguk-angguk puas.
"Aku seaneh ini..." Feng Xiaoxiao ingin membantah, tapi Liu Ruoxu sudah lebih dulu memotong, "Tadi aku cuma bercanda, kamu serius amat, dasar pelit!"
Tak memberi kesempatan Feng Xiaoxiao menjelaskan, ia bertanya lagi, "Jadi, pelit, kita mau ke mana sekarang?"
Feng Xiaoxiao membatin, ya kamu main saja sendiri, kenapa harus selalu seret-seret aku, masa langsung akrab begitu, kan harus ada persetujuan dari aku juga. Tapi mana mungkin ia mengatakannya begitu saja, jadi ia hanya menjawab, "Kamu tentukan saja!"
Liu Ruoxu bertanya, "Kamu benar-benar mau menemaniku?"
Feng Xiaoxiao mengangguk samar, bahkan ia sendiri tak tahu itu anggukan atau gelengan.
Liu Ruoxu menganggap itu sebagai anggukan, "Bagus sekali, teman-temanku biasanya tidak betah lama-lama denganku, katanya aku menyebalkan!"
Feng Xiaoxiao mengangguk-angguk, dalam hati setuju, temanmu benar-benar tahu diri, sama seperti aku, kenapa waktu di penjara aku tidak sadar, memang benar butuh waktu lama untuk mengenal orang. Namun ia berkata, "Tidak, kamu pandai bicara, mana mungkin ada yang merasa terganggu!"
Liu Ruoxu gembira, "Masa sih? Tapi kenapa mereka bilang aku bawel dan bikin pusing!"
Feng Xiaoxiao membatin, itu karena aku sungkan saja mengatakan yang sebenarnya, kamu saja tidak sadar. Ia berkata, "Mungkin temanmu lebih suka suasana tenang, tidak suka banyak bicara!"
Liu Ruoxu berkata, "Begitu ya? Kalau begitu, lain kali aku akan bicara lebih sedikit kalau bertemu mereka!"
Feng Xiaoxiao berkata, "Itu baru benar!" Dalam hati, benar-benar, memang semudah itu? Banyak bicara tidak masalah, yang penting jangan asal bicara. Dasar anak-anak. Tapi aku juga munafik, bilang lain, hati lain.
Setelah hening sesaat, Liu Ruoxu melompat berdiri, "Ayo, aku ajak kamu latihan level!"
Feng Xiaoxiao dalam hati bertanya, levelmu berapa sampai bisa membimbingku, tapi tidak tega menolak niat baiknya, jadi bertanya, "Latihan di mana?"
Liu Ruoxu menjawab, "Di jalan gunung luar gerbang selatan Xiangyang saja!"
Feng Xiaoxiao membatin, itu kan tempat aku latihan tadi, "Levelmu berapa?"
Liu Ruoxu tersenyum, "Level 51!"
Feng Xiaoxiao terkejut, "Setinggi itu!"
"Mau bagaimana lagi, tidak ada yang mau main sama aku, jadi aku latihan sendiri lawan monster, lama-lama levelku jadi naik begini."
Feng Xiaoxiao tiba-tiba merasa terharu, spontan berkata, "Mulai sekarang aku temani kamu main!"
Liu Ruoxu berseri-seri, "Benarkah? Wah, senangnya!"
Feng Xiaoxiao langsung merasa was-was, jangan-jangan aku masuk perangkap, tapi janji sudah terucap, tak bisa ditarik lagi. Ia hanya bisa melongo melihat Liu Ruoxu yang sangat bahagia, sambil berpikir: Sudahlah, orang setinggi ini mau membimbingku latihan, aku tidak pantas mengeluh apa-apa.