Bab 29: Cincin Tingkat Perunggu
"Ya ampun! Ternyata Tuan sedang mandi... wah, aku paling suka mandi, aku juga mau mandi!"
Suara nyaring yang tiba-tiba terdengar di telinga membuat Ye Tianxie terkejut hingga hampir melompat keluar dari bak mandi. Padahal pintu terkunci rapat tanpa celah sedikit pun, Guoguo jelas tak mungkin bisa masuk. Andaikan pun dia masuk, seharusnya Ye Tianxie bisa menyadarinya... namun suara itu jelas terdengar tepat di samping telinganya.
Dengan ekspresi terkejut yang berlebihan, Guoguo melayang ringan ke hadapannya. Baru saja ia menghabiskan permen lolipopnya dengan susah payah, lalu menyadari bahwa tuannya menghilang. Menelusuri jejak auranya, ia pun menemukannya di sini dan seketika itu juga muncul keinginan kuat untuk mandi.
"Wah, mandi asik!" Guoguo mengusap tubuhnya perlahan, dan seketika pandangan Ye Tianxie buram, lalu matanya membelalak lebar. Di hadapannya, tampak siluet lembut seputih salju. Gaun kecil di tubuh Guoguo telah lenyap, memperlihatkan tubuhnya yang seputih salju dan semulus giok, rambut hitam legam seperti malam terurai di bahunya yang putih, semakin menonjolkan kulitnya yang bersih hingga menyilaukan mata. Tubuhnya sebening giok, lembut bak salju, begitu halus hingga membuat orang enggan menyentuhnya. Di dada, dua gundukan mungil seputih salju menonjol bagaikan mangkuk kecil yang diletakkan terbalik. Begitu dekat, bahkan dua titik merah muda di puncaknya pun terlihat jelas. Lebih ke bawah, kedua kakinya yang ramping dan halus rapat bersisian, selangkangannya licin seperti giok tanpa sehelai bulu, kedua kaki mungilnya yang putih berdiri di udara, jari-jarinya bening bak kristal...
Tubuhnya sangat mungil, kulitnya seputih salju dan tulangnya seperti giok, namun kecantikannya begitu murni hingga tak tampak seperti makhluk dunia, tanpa cacat sedikit pun, dan sama sekali tidak ternodai.
"Wow!" Sorak gembira yang seolah datang dari langit, Guoguo menurunkan tubuhnya ke dalam air, menimbulkan cipratan kecil sebesar dirinya. Ye Tianxie baru tersadar dari kekakuannya, secara refleks menutup hidungnya.
"Guoguo, siapa yang mengizinkanmu masuk!!" Ye Tianxie mencubit dirinya diam-diam, berusaha mengalihkan pandangan. Di balik wajah polos dan murni Guoguo, tersembunyi tubuh yang begitu sempurna. Di depan makhluk mungil ini, ia hampir saja kehilangan kendali.
"Soalnya... aku juga mau mandi," jawab Guoguo sambil mengangkat kepalanya dari air, tertawa riang.
"Anak perempuan tidak boleh mandi bersama laki-laki!"
"Kenapa memangnya?" tanya Guoguo dengan wajah penuh rasa ingin tahu.
Ye Tianxie terdiam lama, tak tahu harus menjawab apa. Kenapa? Masa harus dijelaskan soal laki-laki dan perempuan tidak boleh sembarangan bersentuhan? Kalau bisa dijelaskan, Guoguo tentu bukan Guoguo namanya.
"Tuan, kenapa wajahmu aneh sekali? Eh, benda panjang dan besar ini apa ya... Aneh, kenapa aku tidak punya? Hah? Tempat ini panas, kok bisa tambah besar juga..."
"Jangan sentuh!!"
"Yah... Tuan galak sekali... Aku tetap mau pegang... Eh, eh, eh? Rasanya makin besar saja!"
――――
"Wah! Ini tempat tidur Tuan? Empuk sekali, nyaman, lebih enak dari tidur di atas kelopak bunga," ujar Guoguo dengan puas, berbaring santai di ranjang, menikmati kelembutan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Ia terus berganti posisi; terlentang, tengkurap, miring, atau berguling-guling di atas ranjang, tawa riangnya terdengar hingga ia akhirnya tertidur lelap dengan senyum manis.
Ye Tianxie lama tak bisa tidur, beberapa kali menoleh ke arah Guoguo yang telah terlelap di sampingnya. Bahkan dalam tidur, wajahnya tetap menawan, membuat Ye Tianxie ingin sekali mencium makhluk kecil itu.
Siapa dia, dari mana asalnya, rahasia apa yang ia simpan... Ye Tianxie tak tahu. Yang ia tahu, hidupnya mulai hari ini akan berubah total. Ia yang perlahan mulai terbiasa dengan kesepian, tiba-tiba memiliki seseorang untuk menemaninya... seseorang yang membuatnya pusing kepala, namun sama sekali tidak ia tolak.
Keesokan harinya, Ye Tianxie baru bangun ketika matahari sudah tinggi. Di sampingnya, Guoguo masih terlelap. Semalaman ia tidur tak tenang, berkali-kali tanpa sadar menampar Ye Tianxie hingga terbangun tiga kali, dan posisi tidurnya sekarang pun sangat tak sopan, kedua tangan terentang lebar, dan kakinya terbuka lebar. Ye Tianxie memperhatikannya sejenak, lalu berjalan perlahan meninggalkan kamar.
Setelah sarapan seadanya, Ye Tianxie duduk di sofa, menempelkan jarinya pada gelang di tangan kiri, dan dalam hati memerintahkan masuk ke dunia "Takdir".
Saat Ye Tianxie memejamkan mata, liontin hitam di dadanya kembali menghilang secara misterius, bersamaan dengan itu, Guoguo yang sedang tidur lelap di kamar juga perlahan menghilang.
Di dunia "Takdir", Ye Tianxie muncul di samping toko barang tempat ia keluar semalam. Melihat kerumunan yang masih ramai di sekitarnya, Ye Tianxie melangkah menuju bengkel pandai besi.
"Petarung level 5 butuh tim untuk berburu ular hijau kecil!"
"Kakak, tolong kasih adik perempuan ini roti kukus, aku hampir mati kelaparan."
"Jual apel bagus, harga dua koin tembaga lebih murah dari toko... Stok terbatas, buruan beli!"
Setelah memasuki dunia "Takdir", tubuh manusia berada dalam kondisi paling rileks, otak pun dalam keadaan setengah tidur. Jadi, meski dunia "Takdir" tak bisa menggantikan tidur sesungguhnya, namun sangat mengurangi waktu tidur. Untuk anak muda yang penuh energi, online dua puluh empat jam sehari pun tidak akan merasa lelah.
Semalam, saat Ye Tianxie keluar, levelnya sudah naik ke level 4, dan dalam semalam rata-rata level pemain juga sudah mencapai level 4, bahkan banyak yang sudah mencapai level 5.
Harga ramuan pemulihan di desa pemula tidak mahal. Ramuan pemulihan dasar yang langsung memulihkan 100 poin nyawa dijual dua koin tembaga, yang memulihkan 200 nyawa dijual lima koin tembaga, sedangkan yang memulihkan 400 nyawa dijual satu koin perak. Namun, yang membuat banyak pemain mengeluh adalah: makanan untuk mengurangi rasa lapar harganya luar biasa mahal, setidaknya untuk para pemula yang bahkan membeli ramuan saja sudah hampir tak mampu.
Satu roti kukus yang mengurangi 30 rasa lapar harganya sampai lima koin perak! (Sekarang harga roti kukus di pasaran sekitar 500 rupiah ya?) Sebuah apel yang mengurangi 10 rasa lapar juga lima koin perak. Bedanya, yang satu kering dan keras, yang satu lagi renyah dan manis. Karena makanan relatif mahal, pemain pemula yang mati di tangan monster tidak terlalu banyak, namun yang mati kelaparan sangat banyak, sehingga desa pemula dipenuhi pengemis makanan. Inilah alasan utama mengapa pada tahap awal nyaris mustahil mengumpulkan banyak uang—koin tembaga yang didapat pun habis hanya untuk membeli makanan.
Sesampainya di bengkel pandai besi, Pandai Besi Pak Wang langsung melihatnya. Wajahnya yang biasanya tenang berubah menjadi ceria, "Pahlawan yang baik hati, aku sudah menunggumu lama. Nah, ini cincin milikmu, akhirnya aku berhasil membuatnya memiliki kekuatan misterius yang lebih dahsyat."
Sebuah cincin perak diletakkan di tangan Ye Tianxie. Bentuknya sama persis seperti kemarin, tapi kini tampak lebih berkilau dan tak lagi tampak usang, warnanya pun mengilap seperti logam baru. Saat Ye Tianxie menangkap kilauan kuning samar di permukaannya, jantungnya berdebar kencang... Cincin yang kemarin hanya berkilau biru lemah, kini sudah memancarkan cahaya kuning... Itu jelas cahaya dari peralatan perunggu!