Bab 52: Chen Fan yang Canggung
Pukul sembilan malam.
Chen Fan berjalan kembali ke asrama dengan langkah gontai dan tubuh lemas bagaikan ayam jantan yang kalah bertarung.
Ia merasa kehidupan lajangnya ini sepertinya akan terus berlanjut.
Namun, ia adalah tipe orang yang tidak pernah ambil pusing. Tidak lama setelah berbaring di atas ranjang, ia sudah pergi menjelajahi alam mimpi.
Melihat selimut di bagian bawah tubuhnya yang menonjol tinggi, hasratnya untuk keluar dari status lajang sepertinya telah terpenuhi di dalam mimpi.
Malam berlalu dengan tenang.
Keesokan harinya.
Chen Fan yang sedang menikmati mimpi indah tiba-tiba terbangun oleh dering telepon.
Sambil memejamkan mata, ia meraba ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.
Suara Xia Shuyao yang lembut dan merdu langsung terdengar di telinganya: "Kakak Senior, kamu sudah bangun, kan? Hari ini kan hari Sabtu dan tidak ada kelas, ayo kita pergi jalan-jalan!"
"Jalan-jalan apa, aku tidak ada waktu! Adik kecil, kalau kamu mengganggu tidurku lagi, akan kuperlihatkan tangan besi tanpa ampun milik Kakak Senior ini. Jangan menangis kalau pantatmu nanti kupukul sampai merah!"
Chen Fan sedang bermimpi indah ditemani oleh belasan wanita cantik, tetapi Xia Shuyao justru menelepon pada saat seperti ini. Mana mungkin ia tidak marah.
Tepat saat Chen Fan hendak menutup telepon dan melanjutkan mimpinya bersama para wanita cantik itu, satu kalimat dari Xia Shuyao langsung membuatnya tersadar sepenuhnya.
"Kakak Senior, kalau tidak mau ya sudah. Aku akan menelepon Istri Guru sekarang juga. Lagian beliau pernah berpesan agar kamu melindungiku, tapi sekarang kamu malah mau memukul pantatku. Aku ingin lihat bagaimana sikap beliau nanti!"
"Jangan, jangan, jangan!"
Chen Fan langsung melompat dari ranjang seketika, nadanya pun tidak lagi sekeras tadi. "Adik Junior kecilku yang paling cantik, baik, dan menggemaskan, mohon jangan menelepon Guru Kesembilan. Beliau sangat sibuk dengan bisnisnya, jangan ganggu beliau. Bukankah hanya menemanimu jalan-jalan? Beri aku beberapa menit, aku akan segera bersiap!"
"Pft!"
Xia Shuyao di ujung telepon tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Chen Fan, lalu berkata dengan nada serius, "Baiklah, Kakak Senior, aku tidak jadi menelepon Istri Guru. Kami menunggumu di gerbang kampus, cepatlah datang!"
Sepuluh menit kemudian.
Chen Fan berlari kecil sepanjang perjalanan menuju gerbang kampus.
Xia Shuyao sedang menunggunya di pinggir jalan dekat gerbang. Namun, gadis itu tidak sendirian; di sampingnya berdiri seorang gadis berkacamata dengan rambut dikuncir kuda.
Meskipun wajah gadis ini sedikit di bawah Xia Shuyao, ia memancarkan aura kutu buku yang begitu khas.
Tanpa ragu, gadis ini pasti seorang siswi teladan yang selalu meraih peringkat teratas dalam hal akademis.
Melihat gadis ini, Chen Fan langsung merasa panik.
Sambil merapikan rambutnya yang tampak seperti sarang burung dengan tangannya, ia memprotes, "Xia Shuyao, kamu keterlaluan sekali! Ada mahasiswi lain tapi