Bab 46: Mata Minus Tinggi
"Gila, bajingan ini benar-benar gila! Dia bahkan menyuruh Tuan Muda Long untuk melepaskan seratus pukulan terlebih dahulu. Bukankah ini sama saja dengan mencari mati di lubang buaya!"
Wang Ping menatap Chen Fan dengan ekspresi tidak percaya dan berseru.
"Otak anak itu memang agak tidak beres. Lawannya itu Long Aotian, bagaimana bisa dia begitu berani membual seperti itu!"
Gu Wanshang mengerutkan kening dalam-dalam. Ia merasa Chen Fan terlalu berlebihan dalam bersikap sombong.
"Tabib Muda Chen, candaanmu ini sudah keterlaluan!"
Gu Jiangsheng menggelengkan kepalanya dengan tak berdaya. Ucapan Chen Fan itu pasti telah membuat Long Aotian murka, sehingga dalam pertarungan selanjutnya pihak lawan pasti tidak akan segan-segan untuk membunuhnya.
"Chen Fan, kenapa kamu begitu keras kepala? Sampai saat ini pun kamu masih mempertahankan gengsimu, kamu benar-benar bajingan besar!"
Gu Qingcheng menggigit bibir merahnya, matanya berkaca-kaca saat menatap Chen Fan.
Ia merasa Chen Fan pasti sengaja berbicara seperti itu hanya demi memamerkan kehebatannya di depannya.
Sementara itu, Li Haishan yang kehilangan dua gigi depannya, mendengar ucapan Chen Fan yang mencengangkan itu, langsung memegang perutnya dan tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha! Bermarga Chen, keberanianmu patut diacungi jempol. Berani-aninya kamu menyombongkan diri seperti itu di hadapan Tuan Muda Long. Sepertinya kamu benar-benar tidak tahu seberapa kuat Tuan Muda Long. Aku justru sangat menantikan saat-saat mengenaskan ketika kamu nanti dihajar hingga tewas oleh Tuan Muda Long. Ekspresi penyesalanmu pasti akan sangat menarik untuk dilihat saat itu!"
Orang-orang lainnya juga saling berbisik dan membicarakan hal serupa.
Dalam perbincangan itu, mereka tentu saja merasa bahwa Chen Fan telah bertindak terlalu berlebihan.
Ekspresi Long Aotian berubah menjadi sangat dingin pada saat itu. Dengan niat membunuh yang pekat, ia berkata kepada Chen Fan, "Bocah, aku sudah memberimu kesempatan. Karena kamu tidak menghargainya, jangan salahkan aku jika bersikap kejam. Di tahun depan, ingatlah untuk meminta keluargamu membakar lebih banyak kertas sembahyang untukmu. Sekarang, aku akan mengirimmu ke alam baka!"
Sebelum kata-katanya usai, Long Aotian seketika menghilang dari tempatnya berdiri.
Karena merasa marah akibat diremehkan oleh Chen Fan, ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk melancarkan sebuah pukulan ke arah Chen Fan.
Seketika itu pula, orang-orang yang hadir bahkan sempat mendengar suara dentuman udara.
Dari sini dapat dilihat betapa mengerikannya kekuatan yang terkandung dalam pukulan Long Aotian tersebut.
"Chen Fan, lihat saja bagaimana kamu mati!"
Pendar kelam melintas di mata Li Haishan.
Hari ini baginya adalah hari yang sangat mujur.
Awalnya ia hanya ingin membalas dendam kepada Gu Qingcheng, siapa sangka Chen Fan justru datang mengantar diri pada saat seperti ini.
Terlebih lagi, bajingan itu dengan bodohnya malah menyinggung Tuan Muda Long.
Dengan begitu, ia tidak perlu menunggu ayahnya turun tangan, karena Chen Fan pasti akan mati di tempat ini hari ini.
"Chen Fan, cepat hindar!"
Melihat Long Aotian menyerang Chen Fan, Gu Qingcheng seketika berlinang air mata.
Ia berteriak memanggil Chen Fan dengan suara sekuat tenaga, tetapi Chen Fan tetap berdiri di sana tanpa bergerak, seolah-olah terpaku karena ketakutan.
"Bajingan kecil, pantas saja kalau kamu mati. Siapa suruh mulutmu itu lancang menantu masa depanku!"
Wang Ping di samping mulai bersorak gembira atas penderitaan orang lain.
Dibandingkan dengan Chen Fan, Long Aotian adalah menantu idaman yang paling sempurna di dalam hatinya.
Bagaimanapun, Long Aotian tidak hanya memiliki kekuatan yang luar biasa, tetapi keluarga Long di belakangnya juga merupakan salah satu keluarga terpandang papan atas.
Perempuan itu bermimpi bisa mendekati Long Aotian dan kemudian menjalani kehidupan yang mewah serta bergelimang harta.
Tepat ketika semua orang tenggelam dalam pikiran masing-masing, Long Aotian sudah berada tepat di hadapan Chen Fan.
Pukulan tinjunya melayang dengan ganas ke arah wajah Chen Fan, di mana gelombang kekuatan dan tekanan mengerikan yang menyertainya membuat siapa saja merasa gentar.
Hingga saat itu tiba, Chen Fan masih belum menunjukkan niat untuk bergerak, dengan ekspresi kosong seolah-olah otaknya telah berhenti berpikir karena ketakutan.
Sebuah senyum meremehkan terukir di wajah Long Aotian. Awalnya ia mengira Chen Fan memiliki sedikit kemampuan, namun sekarang tampaknya orang ini hanya pandai menggertak saja.
Jika begitu, ia bisa menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat, lalu membawa pulang sang gadis pujaannya.
Long Aotian sudah mulai membayangkan hal-hal indah, tetapi tepat pada saat itu, sebuah kejanggalan terjadi.
Pukulan tinjunya mendarat tanpa hambatan di wajah Chen Fan, namun ia tidak merasakan adanya tahanan sama sekali.
Long Aotian merasa seolah-olah pukulannya menghantam udara kosong, dan tinjunya yang sebesar karung pasir itu menembus begitu saja melewati wajah Chen Fan.
"Apa?!"
Long Aotian terkejut bukan kepalang, dan dalam sekejap bayangan tubuh Chen Fan hancur berkeping-keping lalu lenyap.
Ternyata apa yang dipukulnya tadi hanyalah sebuah bayangan sisa dari Chen Fan.
Sebelum Long Aotian sempat bereaksi, suara Chen Fan terdengar dari belakang punggungnya, "Wahai cacing kecil, apakah matamu bermasalah? Jelas-jelas aku berdiri di sini, kenapa kamu malah membabi buta memukul udara kosong?"
Ekspresi Long Aotian berubah drastis. Secara refleks ia menoleh ke belakang, dan mendapati Chen Fan sedang berdiri tidak jauh di belakangnya sambil mengupil.
Melihat pemandangan tersebut, Long Aotian seketika meragukan dirinya sendiri. Mungkinkah penglihatannya benar-benar bermasalah, hingga ia salah melihat posisi seseorang yang berbadan besar?
"Tuan Muda Long, apa yang sedang kau lakukan? Bajingan itu ada di belakangmu, kau salah sasaran!"
Li Haishan berteriak dengan panik dari samping.
Baru saja ia melihat Long Aotian bertingkah seperti orang kesurupan, tiba-tiba membalikkan arah dan memukul udara kosong.
Suasana seketika menjadi sedikit canggung. Semua orang yang hadir merasa bahwa Long Aotian mungkin menderita rabun jauh yang parah!
Namun, hanya Long Aotian sendiri yang tahu bahwa meskipun matanya sipit, penglihatannya sangat tajam!
Bagaimana mungkin Chen Fan bisa menghindari serangannya?
Long Aotian berpikir lama namun tetap tidak dapat memahaminya, dan pada akhirnya ia hanya bisa menghibur dirinya sendiri di dalam hati bahwa mungkin penglihatannya benar-benar sedang kabur tadi.
Oleh karena itu, ia berbalik dan kembali menghadapi Chen Fan, lalu berkata, "Bocah, anggap saja kau beruntung tadi. Tapi kali ini kau tidak akan bisa menghindar lagi. Jurus Naga Pertama, Naga Terbang di Langit!"
Long Aotian meraung keras dan kembali menerjang ke arah Chen Fan.
Kali ini ia melayangkan tendangan menyapu ke arah kepala Chen Fan, dan ia sangat yakin tendangan tersebut akan membuat kepala Chen Fan terpisah dari tubuhnya.
Namun kenyataan kembali menampar wajahnya.
Menghadapi serangan sengit dari Long Aotian tersebut, Chen Fan tetap tidak menghindar, dan sekali lagi Long Aotian menendang tempat kosong.
Bayangan tubuh Chen Fan kembali hancur berkeping-keping. Sosoknya mendarat dari udara dan dengan satu injakan menghancurkan ubin lantai hingga berkeping-keping.
"Kukatakan padamu Tuan Muda Cacing, jurus Naga Terbang di Langit milikmu ini memang terlihat sangat hebat, hanya saja tingkat akurasinya masih kurang sedikit. Jika kau meleset beberapa sentimeter lagi ke samping, aku mungkin sudah disembahyangkan sekarang!"
Chen Fan berdiri tidak jauh di samping Long Aotian sambil mengangkat bahu dan berucap.
"Tuan Muda Long meleset lagi?"
Para penonton di sekitarnya memasang ekspresi terkejut. Dalam pandangan mereka, Long Aotian kembali kehilangan ketepatannya.
Chen Fan jelas-jelas berdiri di sana tanpa bergerak, tetapi mengapa Long Aotian justru melancarkan serangan membabi buta ke lantai!
Kini semua orang mulai meragukan apakah Long Aotian benar-benar sekejam yang dikabarkan di luar sana. Mungkinkah mereka semua telah salah paham, dan bahwa Tuan Muda Long sebenarnya adalah orang baik? Jika tidak, bagaimana mungkin ia bisa terus-menerus meleset, hal itu sama sekali tidak masuk akal!
"Kakek, Chen Fan dia...?"
Gu Qingcheng pada saat itu juga menyadari ada sesuatu yang tidak beres, lalu mendekati Gu Jiangsheng untuk bertanya.
Kakeknya mengangguk dengan ekspresi serius dan berkata, "Gadis kecil, jika aku tidak salah lihat, ini pasti adalah ilmu meringankan tubuh yang legendaris!"
Dibandingkan dengan orang-orang awam tersebut, Gu Jiangsheng sebagai seorang praktisi bela diri setengah matang masih mampu melihat beberapa esensi yang sesungguhnya.