Bab 33 Siapa yang Mengizinkanmu Keluar
Halaman 1 dari 3
“Wah, ternyata kau. Kalian berdua masih bisa berhubungan juga, ya.”
Song Yingqiu menatap pria di hadapannya dengan provokatif, sudut bibirnya terangkat membentuk lengkungan penuh gurauan.
Keduanya tak sempat berbicara lebih banyak.
Sebab, jeritan Su Zhongping dari kejauhan telah menarik perhatian para dokter dan perawat.
Bahkan Gu Fang pun datang tergesa-gesa.
Begitu tiba dan melihat Su Zhongping, Gu Fang langsung menoleh kepada Song Yingqiu.
Tatapan penuh pengertian sekaligus kesabaran itu membuat Song Yingqiu hanya bisa menggeleng tak berdaya. Ia bahkan tak kuasa menahan diri untuk menyindir, “Bibi, Bibi... gara-gara dirimu, seluruh kaum perempuan jadi kehilangan muka.”
Saat para dokter dan perawat mengangkat Su Zhongping ke atas tandu, pria itu masih sempat memerintah Gu Fang, “Pergi tangkap dia! Jangan kira dia bisa pergi begitu saja.”
Song Yingqiu melirik Su Zhongping dengan dingin. Entah dari mana datangnya keberanian pria itu hingga sanggup mengucapkan hal semacam itu.
Bahkan Gu Fang pun tak kuasa menahan diri untuk mengerutkan kening dan meliriknya.
Rasa dingin perlahan menjalar di dalam hatinya.
Su Zhongping hanya bisa menyaksikan Song Yingqiu dan Shen Xian pergi. Dengan panik, ia mengulurkan tangan untuk menarik lengan baju Gu Fang. Mulutnya masih hendak meneriakkan sesuatu, tetapi Gu Fang telah pergi tanpa menoleh sedikit pun.
Halaman 1 dari 3
Halaman 2 dari 3
“Sudah gila! Kalian semua sudah gila! Jangan kira hanya karena kau punya pria, kau bisa meninggalkanku!”
Begitu keluar dari rumah sakit, Song Yingqiu tak sabar mengeluarkan ponselnya, hendak menelepon Zhou Guican.
Namun, sebelum sempat menekan nomor, pergelangan tangannya telah dicengkeram kuat oleh Shen Xian.
Kedua mata pria itu memancarkan hawa dingin tanpa sedikit pun kehangatan. Bahkan suaranya pun terdengar membeku. “Siapa yang menyuruhmu keluar? Masuk kembali.”
Song Yingqiu menatapnya dengan dingin. Ia memandang Shen Xian dengan sorot penuh muak. Berani-beraninya pria itu memerintahnya?
Tanpa basa-basi, ia mengangkat kaki dan menendangnya.
Namun, Shen Xian dengan gesit menghindar.
Sebenarnya, sejak masih duduk di bangku sekolah menengah, mereka sudah pernah bertemu dan bertarung satu sama lain.
Kala itu, Shen Xian telah berlatih sanda selama beberapa tahun. Gerakannya lincah dan tangkas. Karena itu, sekeras dan segila apa pun serangan Song Yingqiu, ia tetap tak mampu berbuat banyak terhadap pria tersebut.
Maka kali ini Song Yingqiu tidak melanjutkan perkelahian. Ia justru mengancam dengan kata-kata, “Sebaiknya kau lepaskan aku. Kalau tidak, di tempat yang tidak bisa kaulihat, mungkin aku akan menyakitinya dengan kejam.”
Ancaman itu sangat efektif. Shen Xian segera melepaskan tangannya, meski tatapannya kepada Song Yingqiu menjadi semakin penuh permusuhan.
Song Yingqiu menarik kembali tangannya dengan acuh tak acuh, lalu melanjutkan panggilan. Sambil menunggu teleponnya diangkat, ia tak lupa menyindir Shen Xian, “Sudah bertahun-tahun berlalu, tetapi kau masih saja seperti ini. Kalau benar-benar ingin membantunya dan melindunginya, mengapa kau tidak memberitahunya bahwa kau tahu tentang penyakitnya?”
Halaman 2 dari 3
Halaman 3 dari 3
Begitu ucapannya selesai, panggilan itu tersambung.
Sebelum pihak di seberang sempat berbicara, suara Song Yingqiu telah melunak. “Aku di depan rumah sakit. Jemput aku.”
“Jangan bergerak. Tetap di sana.”
Jawaban dari seberang terdengar cepat, suaranya rendah dan mengandung sedikit kegembiraan.
Setelah menutup telepon, sorot mata Shen Xian mendadak menajam. “Zhou Guican tahu?”
“Tentu. Bukan hanya tahu, dia sendiri yang meminta bantuannya.”
Song Yingqiu menyimpan ponselnya, lalu menyilangkan kedua tangan di depan dada. Nada bicaranya terdengar menyebalkan, tetapi yang dikatakannya memang fakta.
“Kau!” Shen Xian mengertakkan gigi geraham karena geram. Sorot matanya tampak gelap dan sulit ditebak. “Lalu, apakah kau sudah...”
Pertanyaan selanjutnya tak sanggup ia ucapkan, seolah terlalu sulit untuk dibicarakan.
Namun, Song Yingqiu memahami maksudnya. “Apa yang ingin kautanyakan? Apakah aku sudah tidur dengan Zhou Guican?”
Pupil Shen Xian menyusut. Ia tidak menyangka Song Yingqiu akan mengatakannya dengan begitu terus terang.
Sesaat kemudian, ia melihat Song Yingqiu mengangkat sudut bibirnya membentuk senyum. Tatapan dan nada suaranya sama-sama penuh tantangan.
“Kalaupun aku sudah tidur dengannya, memangnya kau bisa berbuat apa?”
Halaman 3 dari 3