Bab Empat Puluh: Asal Usul
Lü Leshan tidak berlama-lama di sana. Setelah membereskan urusan dengan Li Zi'an, ia meninggalkan ruang siaran. Di lokasi itu, selain para kru yang sibuk menata panggung, hanya tersisa Shi Liang dan Hua Ning.
Dibandingkan dengan Lü Leshan, Li Zi'an lebih sering berinteraksi dengan Shi Liang dan Hua Ning, hubungan mereka pun lebih akrab dan santai.
"Duduk saja, kita bicara," ujar Shi Liang sambil menunjuk kursi di sebelahnya.
Li Zi'an dan Hua Ning tidak sungkan, mereka pun duduk mengikuti Shi Liang.
"Zi'an, apa kamu tidak berpikir untuk menandatangani kontrak dengan agensi? Aku tidak percaya dengan potensi dan popularitasmu sekarang, tidak ada agensi yang mendekatimu? Kalau ada agensi yang menjadi penopangmu, kejadian seperti hari ini tidak akan membuatmu begitu terdesak," kata Shi Liang sambil menoleh.
"Ada, tapi semuanya sudah kutolak," jawab Li Zi'an pelan setelah diam sejenak.
"Semuanya kamu tolak? Kenapa? Tidak mau tanda tangan?"
"Bukan tidak mau, tapi tidak bisa..."
"Tidak bisa?"
Kata-kata Li Zi'an membuat Shi Liang dan Hua Ning tertegun. Mereka tidak mengerti maksud Li Zi'an.
Di bawah tatapan terkejut keduanya, Li Zi'an ragu-ragu sejenak, lalu berbisik, "Di industri ini ada seseorang yang sangat berkuasa yang selalu menargetku. Dia sangat berpengaruh di sini. Kalau aku tanda tangan dengan agensi, ada kemungkinan aku akan dibekukan. Aku tidak bisa mempertaruhkan masa depanku."
"Apa?" Setelah mendengar penjelasan Li Zi'an, Shi Liang dan Hua Ning semakin bingung. Shi Liang bertanya, "Bagaimana mungkin? Kamu masih sangat muda, mana mungkin menyinggung orang penting di industri? Kamu juga bukan anak selebritas, tidak ada urusan masa lalu antar generasi, ini tidak masuk akal!"
Mendengar itu, Li Zi'an hanya bisa tersenyum pahit.
Saat ia menelusuri ingatan tubuh lamanya dulu, Li Zi'an sempat merasa bahwa latar belakang keluarga tubuh ini sungguh rumit, bahkan cukup untuk dijadikan drama televisi.
Shi Liang memang tidak tahu, dari arti yang sebenarnya, Li Zi'an memang anak selebritas.
Ayah kandungnya, Li Zhendong, adalah penyanyi pria papan atas nasional, hanya selangkah lagi menuju kelas dunia, memiliki banyak lagu klasik, puluhan juta penggemar, kekayaan melimpah.
Namun, di balik penampilannya yang gemilang, tersembunyi masa lalu kelam.
Demi karier dan masa depan, ia tega meninggalkan istri dan anak!
Dua puluh tahun lalu, ibu Li Zi'an menjalin hubungan dengan Li Zhendong. Saat itu, Li Zhendong hanyalah pendatang baru di industri hiburan, penghasilannya tidak menentu, sering kali harus mendapat bantuan keuangan dari ibu Li Zi'an untuk melanjutkan impiannya bermusik.
Tak lama kemudian, ibu Li Zi'an hamil. Kedua keluarga bertemu dan mereka resmi bertunangan.
Seharusnya ini menjadi kisah bahagia, namun beberapa bulan setelahnya, ibu Li Zi'an mengalami pengkhianatan terbesar dalam hidupnya.
Li Zhendong menikah!
Tapi mempelainya bukan ibu Li Zi'an! Tak ada yang tahu siapa istri yang dinikahi Li Zhendong, namun sejak saat itu, karier Li Zhendong seperti terbang melesat didukung banyak sumber daya, namanya pun meroket.
Sejak itu, kedua belah pihak tak pernah lagi berhubungan. Orang tua Li Zhendong juga lenyap tanpa jejak.
Sementara ibu Li Zi'an yang ditinggalkan, saat itu sudah mengandung lima bulan. Ia tidak memilih menggugurkan kandungan, melainkan dengan tabah melahirkan dan membesarkan Li Zi'an seorang diri, penuh perjuangan.
Sebenarnya, meskipun Li Zi'an membenci ayah kandung yang tak pernah ia kenal itu, kebenciannya tidak sampai memuncak.
Hingga usianya menginjak tiga belas tahun, saat ia mengikuti seleksi pelatihan X4 Boys Group. Dalam pelatihan, ia adalah peserta terbaik, semua orang yakin ia pasti debut. Namun, beberapa hari sebelum debut, ia digantikan secara sepihak dan mendapat peringatan dingin dari seseorang.
"Jangan pernah menginjakkan kaki di dunia ini!"
Sejak hari itu, kebencian Li Zi'an kian memuncak seiring waktu.
Namun ia tidak menyerah pada musik dan tari. Ia terus berjuang selama lima tahun, hingga akhirnya menerima undangan dari "Pemuda Negeri Angin" dan memutuskan untuk mencoba lagi.
Sayangnya, tekanan dan kecemasan sebelum kompetisi membuatnya meninggal mendadak, dan akhirnya Li Zi'an dari bumi yang berbeda mengambil alih tubuh ini.
Ingatan keduanya berpadu. Sering kali Li Zi'an sendiri bingung siapa dirinya. Memori dunia asalnya memang lebih kuat, tapi kenangan tubuh ini sangat membekas dan mempengaruhi dirinya.
Misalnya, setiap kali ia mengingat ibunya, hatinya dipenuhi rasa hormat dan kekaguman; namun ketika mengingat Li Zhendong, kebencian mendalam itu tetap terasa.
Inilah alasan Li Zi'an tak mau menandatangani kontrak agensi, karena kontrak pemula biasanya tujuh tahun. Jika Li Zhendong kembali mengintervensi seperti lima tahun lalu, dan ia dibekukan selama tujuh tahun, maka hidupnya sungguh hancur.
Jadi, jalan ini harus ditempuh Li Zi'an sendiri. Meski penuh rintangan, setidaknya masih ada secercah harapan. Bagaimanapun, sekuat apapun pengaruh lawan, ia tak bisa mengendalikan seluruh industri hiburan.
Apalagi Li Zi'an memiliki banyak sekali sumber budaya dari seluruh bumi, ia punya banyak kartu truf. Ia yakin ia bisa membuka jalan terang bagi dirinya.
"Zi'an?"
"Zi'an?!"
Panggilan Hua Ning menyadarkan Li Zi'an dari lamunan. Ia memandang Hua Ning dan Shi Liang yang tampak peduli, lalu berkata pelan, "Kak Liang, Kak Hua, masalah ini berkaitan dengan keluargaku, aku kurang nyaman membicarakannya. Maaf sekali..."
Hua Ning dan Shi Liang sudah berusia empat puluhan, telah melewati banyak hal dalam hidup. Mereka bisa memahami dan bukan tipe orang yang memaksa atau berprasangka, mereka tidak bertanya lebih lanjut setelah melihat Li Zi'an memang punya alasan.
"Kalau tidak bisa tanda tangan agensi, Kak Liang kasih saran, coba dirikan studio sendiri, bentuk tim manajemen. Tenaga manusia terbatas, di industri ini tak ada yang bisa bertahan sendirian. Bahkan para selebgram yang belum masuk daftar bintang pun punya tim, itu menunjukkan betapa pentingnya tim," ujar Shi Liang dengan tulus.
Li Zi'an mengangguk, "Terima kasih, Kak Liang, akan kupikirkan!"
Shi Liang tersenyum dan mengangguk.
"Kalau sudah selesai bicara, bagaimana kalau latihanmu hari ini dipercepat saja? Toh sekarang juga tidak ada yang latihan," tanya Shi Liang sambil tersenyum.
Li Zi'an menggeleng, lalu mengangkat gitarnya dan berdiri, "Kak Liang, aku mau pulang untuk mengubah programku secara besar-besaran."
"Mengubah besar-besaran?" mata Shi Liang membelalak, "Apa lagi yang mau kamu ubah? Lagu yang kamu siapkan sekarang sudah sangat bagus, mau diubah bagaimana lagi?"
Li Zi'an tersenyum tipis, "Menurutku laguku masih kurang sesuatu."
"Kurang apa?"
"Laguku sudah punya aura dan kecerdasan Sun Wukong, tapi setelah kejadian hari ini aku sadar, penampilanku kurang menunjukkan keberanian dan sifat liar Sun Wukong. Tanpa itu, Sun Wukong akan kehilangan rasa aslinya, jadi aku ingin menambahkan sesuatu!"
Shi Liang terdiam, lalu menggeleng tanpa daya, "Sudahlah, silakan ubah. Kalau peserta lain yang begini, sudah kuomeli sejak tadi, tapi kalau kamu, ya sudahlah..."
Li Zi'an tersenyum, berpamitan pada Shi Liang dan Hua Ning, lalu pergi dengan gitar di punggungnya.
Melihat punggung Li Zi'an yang perlahan menjauh, Shi Liang dan Hua Ning lama terdiam.
"Anak ini menyimpan amarah di hatinya..."
Shi Liang menghela napas, "Maklum, usianya baru delapan belas, tiba-tiba dihujat tanpa alasan, apalagi oleh para penggemar mantan temannya di X4 Boys Group, mana mungkin tidak marah."
"Biarkan saja, anak ini terlalu dewasa. Anak muda memang seharusnya punya sedikit ketegasan," sahut Hua Ning pelan.
Shi Liang mengangguk, "Kak Hua, menurutmu bagaimana masa depan anak ini?"
"Kalau yang dia katakan tadi benar, maka jalannya pasti penuh rintangan. Tapi jika ia mampu menjaga ketulusan hatinya, ia pasti akan jadi orang besar di masa depan!"
Catatan: Walau latar belakang tokohnya penuh liku, novel ini adalah cerita yang menyenangkan. Akan ada rintangan, tapi tidak akan membuat tokoh utama menderita~