Bab Tiga Puluh Dua: Dewa Iblis Agares
Halaman (1/3)
Hampir bersamaan dengan lenyapnya raungan Xiao Zhang, keduanya melesat menyerang!
Cahaya petir dan sosok Lu Yu berpapasan dalam sekejap.
Disertai suara benturan berat, Lu Yu terpental mundur.
“Ha ha ha ha! Dasar sampah! Kau memang sampah! Hari ini akan kuinjak-injak kau sampai tak berkutik!”
Melihat Xiao Zhang kembali menerjang, Lu Yu menatap tangannya dengan tak percaya.
Tadi amarah telah membutakan pikirannya. Baru setelah terpental, Lu Yu menyadari bahwa tubuhnya sama sekali tak mampu mengerahkan tenaga!
“Matilah kau, Lu Yu!”
“Sial!”
Setelah tersadar, Lu Yu buru-buru menghindar.
Begitu Lu Yu menyingkir, tinju Xiao Zhang telah menghantam lantai hingga meninggalkan lubang sebesar kepalan tangan. Kekuatan petir merambat liar di permukaan tanah.
Lu Yu mengernyit. Kemarin ia masih dapat dengan mudah menepis lengan Xiao Zhang. Mengapa sekarang kekuatannya terasa begitu luar biasa besar?
“Jangan harap bisa melarikan diri!”
Ketika Xiao Zhang kembali menyerangnya, Lu Yu semakin merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Xiao Zhang bukanlah pemilik sistem seperti dirinya. Ia seorang penyihir, bahkan memiliki kemampuan Petir Menggelegar yang dapat digunakan dari jarak jauh. Mana mungkin ia memilih bertarung dengan kekuatan fisik?
“Tidak mungkin... Xiao Zhang juga dikendalikan?”
Sebuah kilatan pemahaman melintas di benaknya. Saat itulah Lu Yu menyadari bahwa kedua mata Xiao Zhang memerah, dan di dalam pupilnya seolah terdapat lingkaran berwarna darah.
“Merah... warna merah...”
“Jangan-jangan formasi itu?”
Ekspresi Lu Yu berubah. Sambil terus menghindari serangan Xiao Zhang, ia berteriak, “Bai Ling, cepat hancurkan formasi itu! Ada yang tidak beres dengan formasi tersebut!”
“Ah, oh, baik!”
Bai Ling berlari ke sana dengan panik.
“Anak Panah Embun Beku!”
Serangkaian anak panah es terbentuk di udara. Tanpa ragu, Bai Ling mengibaskan tangannya dan menghantamkannya ke bawah.
Batu fondasi yang mengukir formasi itu hancur. Hampir pada saat yang sama, seluruh aula besar pun terbenam dalam kegelapan!
“Lu Yu, aku akan membunuhmu!”
Dalam kegelapan, Xiao Zhang meraung murka. Kilatan listrik yang memancar dari tubuhnya tampak sangat mencolok.
Lu Yu menyipitkan mata, lalu tertawa. “Bodoh.”
“Ah!”
Xiao Zhang meraung dan menerjang ke arah Lu Yu. Ia seolah mengetahui posisi Lu Yu.
Namun Lu Yu menggunakan kemampuan Dewa Petir Terbang dan dengan cepat berpindah ke belakang Xiao Zhang.
Buk!
Halaman (1/3)
Halaman (2/3)
Disertai suara benturan berat, Xiao Zhang mengerang dan jatuh tersungkur.
“Lu Yu, kau tidak apa-apa?”
Bai Ling berlari mengikuti suara itu. Setelah melihat Lu Yu masih berdiri sementara Xiao Zhang tergeletak di lantai, ia menghela napas lega.
“Aku tidak apa-apa.”
Bai Ling mengangguk, lalu berjalan mendekati Lu Yu. “Bagaimana kau tahu ada yang salah dengan formasi itu?”
“Tidak bisa dibilang tahu. Aku hanya menebaknya.”
Sambil berkata demikian, Lu Yu mulai memanjat tiang batu.
Permukaan tiang itu penuh cekungan dan tonjolan, sehingga tidak terlalu sulit untuk dipanjat.
Bai Ling merasa heran, tetapi tidak bertanya lebih jauh. Ketika Lu Yu turun, sebuah obor telah berada di tangannya.
Lu Yu terus berjalan ke sana kemari, seolah sedang mencari sesuatu. Akhirnya, di tengah kegelapan, ia menemukan secercah cahaya kecil.
Itu adalah aliran listrik yang tertinggal dari serangan Xiao Zhang terhadapnya.
Begitu menyentuh aliran listrik tersebut, obor itu langsung menyala.
Cahaya api menerangi area sejauh puluhan meter di sekeliling mereka, membuat seluruh ruangan menjadi jauh lebih terang.
“Lihat ini.” Lu Yu menunjuk lukisan di dinding batu yang tidak jauh dari sana.
Bai Ling mengikuti arah jarinya. Wajahnya seketika berubah.
Lukisan itu bagaikan gambaran neraka. Di dalamnya terdapat iblis berkepala tiga—kepala manusia, kepala banteng, dan kepala kambing. Di bawah tubuh iblis itu, seekor naga raksasa bersayap iblis menjadi tunggangannya.
Iblis berkepala tiga tersebut memuntahkan api dari mulutnya, membakar setiap makhluk hidup yang dicengkeram naga raksasa itu. Makhluk-makhluk tersebut berubah menjadi kerangka dan menumpuk seperti bukit kecil.
Namun bagian lukisan di atas bukit itu telah dirusak, sehingga tak terlihat apa yang hendak digambarkan.
Meski hanya melihat bagian yang tersisa, siapa pun pasti akan merasa ngeri.
Ketika mengingat kembali patung batu yang telah dihancurkan di tengah aula tadi, Lu Yu pun segera memahami bahwa tempat ini jelas merupakan reruntuhan Agares!
“Iblis ini adalah Agares. Ia memiliki kemampuan untuk mengendalikan hasrat manusia untuk melakukan kejahatan,” ujar Lu Yu.
Ia pernah membaca penjelasan tentang iblis ini di dalam sebuah buku. Bukan buku tentang monster, melainkan buku yang mencatat berbagai legenda.
Ia tak menyangka iblis itu benar-benar ada.
Pada awalnya, Lu Yu belum menyadari apa-apa hanya dari namanya. Baru ketika bertarung melawan Xiao Zhang dan melihat sosok dalam lukisan dinding, ia akhirnya memahami semuanya.
Sekaligus, ia menyadari kemampuan iblis tersebut.
Wajah Bai Ling memucat. Ia menarik ujung pakaian Lu Yu dan bertanya, “Kalau begitu... apakah dia bisa tiba-tiba hidup kembali?”
Gambaran di dinding batu itu begitu nyata, seolah-olah pada detik berikutnya iblis tersebut akan menerobos keluar dari permukaan dinding.
Lu Yu menggeleng. Menurutnya, hal itu seharusnya tidak akan terjadi.
Jika memang demikian, misi tersembunyi dari sistem jelas hanya akan menyuruhnya mencari kematian. Meskipun ia tidak mengetahui asal-usul sistem itu, setidaknya dapat dipastikan bahwa pihak yang mampu memberinya sistem tentu juga dapat membunuhnya dengan mudah. Tidak perlu bersusah payah membuat semua ini.
Terlebih lagi, Agares adalah salah satu dari tujuh puluh dua pilar iblis dalam legenda. Bahkan jika Lu Yu naik puluhan tingkat lagi, ia mungkin tetap bukan tandingannya. Memikirkan hal itu pun tidak ada gunanya.
Halaman (2/3)
Halaman (3/3)
“Lalu sekarang bagaimana? Kita terjebak di dalam aula besar ini, dan kita bahkan tidak tahu bagaimana cara keluar.”
“Kita cari dulu. Bagian dinding batu yang telah dirusak itu mungkin merupakan benda yang kita cari.”
“Baiklah.”
Beberapa menit kemudian, Lu Yu kembali mengambil sebuah obor dari tiang batu dan menyerahkannya kepada Bai Ling.
Dengan dua obor, area yang mereka terangi menjadi sedikit lebih luas.
“Bagaimana dengan orang ini?” Bai Ling menunjuk Xiao Zhang yang tergeletak pingsan di lantai.
Lu Yu menyipitkan mata. Tidak diragukan lagi, Xiao Zhang memang ingin membunuhnya. Lu Yu sendiri juga pernah berpikir untuk membunuh Xiao Zhang.
Namun, ilusi yang baru saja mereka alami telah menjadi peringatan baginya. Setidaknya di dalam aula besar ini, ia tidak ingin menumpahkan darah.
“Biarkan dia untuk sementara. Lagi pula, setelah kita menemukan mekanisme dan keluar dari sini, bukan tidak mungkin dia akan mati sendirian di tempat ini,” kata Lu Yu.
“Baik juga. Kalau dia berani bangun, akan kuberi dia tendangan pemutus keturunan!”
Mendengar ucapan itu, Lu Yu tanpa sadar merapatkan kedua pahanya. Keringat dingin langsung mengalir di punggungnya.
Gadis ini benar-benar tidak boleh diganggu.
Aula besar itu sangat luas. Setelah berdiskusi, Lu Yu dan Bai Ling berpencar untuk mencari petunjuk.
Lu Yu mulai menelusuri lukisan-lukisan dinding. Di seluruh aula besar itu, jelas terdapat lebih dari satu lukisan.
Jika kunci pemecahan teka-teki memang terletak pada lukisan-lukisan tersebut, petunjuknya mungkin juga tersembunyi di antaranya.
Lu Yu mengangkat obor dan menerangi lukisan dinding kedua.
Berbeda sedikit dari lukisan pertama, lukisan ini juga menggambarkan Agares. Namun kali ini, Agares sedang mengangkat sebuah benda yang tampak seperti cawan suci.
Cawan itu sedikit miring, dan dari dalamnya mengalir cairan berwarna hitam. Di bawah kaki Agares, tampak sekelompok manusia yang membungkukkan punggung mereka.
Cairan dari cawan telah menenggelamkan tubuh bagian bawah mereka, tetapi mereka sama sekali tidak menyadarinya.
Lu Yu mengernyit. Ia ingat bahwa dalam buku-buku yang pernah dibacanya, Agares disebut menggerakkan orang-orang yang diam tak bergerak dan membawa kembali mereka yang melarikan diri.
Ia mengajarkan segala bahasa dan alat musik tiup yang ada di dunia.
Kekuatannya cukup untuk menghancurkan siapa pun, baik mereka yang suci maupun mereka yang berasal dari dunia fana.
Kalau begitu, orang-orang yang tergambar di dinding batu ini mungkin adalah manusia-manusia yang dikendalikan oleh Agares.
Sedangkan cairan hitam di dalam cawan itu mungkin melambangkan pengetahuan yang diajarkan Agares.
“Hmm, aneh. Mengapa aku terus merasa ada sesuatu yang kurang?”
Lu Yu mengernyit. Perasaan janggal yang kuat tiba-tiba muncul di dalam hatinya.
Ia terus mengorek pikirannya, tetapi tetap tidak mampu mengingat bagian apa yang membuatnya merasa janggal.
Tepat pada saat itu, suara Bai Ling terdengar dari kejauhan. Ia terus melambaikan tangan kepada Lu Yu.
“Lu Yu, cepat kemari dan lihat ini!”
Halaman (3/3)