Bab Delapan: Aku Kaya Raya!
Sistem: Mohon perhatian, Tuan Rumah!
Xiao Er: Sistem, jangan asal bicara!
Sistem hanya bisa terdiam.
Xiao Er menatap lampu gantung yang meluncur cepat ke arahnya dari atas, lalu mengayunkan Pedang Guru Langit. Lampu gantung itu pun langsung terbelah menjadi dua.
Benar saja, sejak kekuatan bertarungnya bertambah 400 di rumah sakit, reaksinya, kekuatan, dan kecepatannya meningkat tajam.
"Pedang yang bagus!" seru Xiao Er kagum.
Terdengar tawa aneh dari lantai dua. Pintu di sana terbuka sedikit, menampakkan sosok hantu dengan wajah berlumuran darah yang tersenyum menyeringai dan memandang ke bawah.
"Tertawalah sepuasmu! Satu detik ini kau tertawa, detik berikutnya aku buat kau menangis!"
Xiao Er mengeluarkan ponselnya dan mengganti lagu.
Ayo, bersenang-senanglah, toh masih banyak waktu... ayo, jatuh cinta, toh kebodohan masih melimpah... ayo...
Lagu yang hebat! Xiao Er merasakan tubuhnya panas bergelora, sama sekali tak merasa kedinginan.
Ia menuju lorong, mengangkat pedangnya, lalu menebas dengan keras.
"Brak!" Tumpukan meja dan kursi di lorong itu terbelah dua.
Nilai bertarung memang luar biasa, kekuatannya kini berlipat ganda.
Nilai bertarung = jurus + tenaga yang dikeluarkan + waktu + kecepatan + keindahan gerakan.
Xiao Er mengingat-ingat bagaimana cara mendapatkan nilai bertarung.
"Sistem, cara mana yang paling cepat menambah nilai bertarung?"
Sistem: Kecepatan. Di dunia beladiri, yang tercepatlah yang tak terkalahkan!
Baik, kita harus bertindak cepat!
Xiao Er menginjak tumpukan meja dan kursi yang telah terbelah, lalu naik ke tangga. Hantu kecil itu tampak ketakutan oleh kekuatan Xiao Er, buru-buru menutup pintu.
"Sudah tahu siapa yang lebih hebat?" Xiao Er berjalan ke depan pintu kayu di lantai dua, lalu menusuknya dengan pedang hingga berlubang.
"Obat Hitam Yunnan, waktunya bertindak!" Xiao Er menutup hidung, mengambil obat hitam itu, dan melemparkannya ke dalam ruangan melalui lubang di pintu. Ia pun berjaga di luar dengan pedang terhunus.
"Ah! Baunya busuk sekali!"
"Racun ini ganas sekali!"
"Aku tak sanggup lagi!"
Terdengar jeritan histeris dari dalam ruangan. Para hantu kacau balau, pintu dibuka paksa, beberapa hantu menutup hidung sambil berlari keluar.
"Aku bunuh kalian!" Xiao Er mengacungkan Pedang Guru Langit yang berkilauan tajam.
Tusukannya kali ini tepat mengenai perut para hantu. Karena semuanya berebut keluar, satu tusukan saja berhasil menewaskan lima sekaligus!
Xiao Er mengangkat pedangnya, merasa seperti sedang menusuk lima buah permen gulali sekaligus. Nikmat!
Ia membuka Labu Penjinak Setan.
"Serap!" teriak Xiao Er. Lima hantu yang tergeletak langsung tersedot ke dalam labu.
Sistem: Lima hantu jahat dibasmi seketika! Pengalaman +500, Nilai Bertarung +700, Koin Emas +5000.
Sistem: Selamat, Tuan Rumah kini naik ke Guru Langit tingkat 2, toko telah terbuka, dan telah menerima Paket Hadiah Naik Level.
Xiao Er menarik napas dalam-dalam, merasakan aliran energi kuat mengalir ke seluruh tubuhnya. Nilai bertarung bertambah 700, sungguh memuaskan.
Sistem: Tuan Rumah, perhatikan! Di depan terdeteksi aura jahat yang sangat kuat, sepuluh kali lipat dari hantu yang tadi kau basmi!
Sepuluh kali? Itu artinya aku bisa mendapat nilai bertarung sepuluh kali lipat lebih banyak? Aku akan kaya raya!
Sistem: Jangan gegabah! Hantu ini sangat sulit ditaklukkan, hati-hati!
Ah, mana bisa aku melewatkan mangsa empuk yang sudah di depan mata!
Sistem: Dasar rakus, kau ini kenapa begitu tamak?
Karena aku sudah terlalu lama hidup miskin! Selama tujuh belas tahun aku hidup pas-pasan sebagai manusia biasa. Sekarang setelah jadi Guru Langit, apa salahnya sedikit tamak?
Sistem: ......
Xiao Er pun bersemangat, lalu menerjang masuk sambil berteriak.
Tiba-tiba, tubuhnya seperti ditabrak sesuatu, langsung terlempar dan jatuh keras ke lantai. Pedangnya pun terlepas.
"Dasyat!" Tubuh Xiao Er terasa limbung akibat benturan itu.
Dari kejauhan, sosok besar perlahan mendekat. Bayangan hitam itu kepalanya hampir menyentuh langit-langit dan bau anyir darah menyengat hidung.
"Dasar pendeta, kau mau mati? Biar aku kabulkan!"
Bayangan itu kini terlihat jelas. Hantu pria itu berbadan sangat besar, kulitnya kering seperti sudah diisap habis darahnya, mulutnya penuh daging berdarah, benar-benar menjijikkan.
Astaga, dulu dia makan apa sampai sebesar ini? Tingginya bukan main!
Hantu pria itu menerjang ke arah Xiao Er.
Xiao Er bergidik melihat belatung yang menggerogoti bola matanya. Ia menahan mual, namun reaksinya sedikit terlambat. Hantu itu sempat menubruk tubuhnya, tapi hasilnya di luar dugaan.
Hantu itu menjerit kesakitan, lalu terpental keluar.
Sekejap, jubah pemula yang dikenakan Xiao Er memancarkan cahaya emas yang terang benderang. Mantra di jubah itu menerangi seluruh ruangan dan efek pengusir setannya aktif.
Luar biasa!
Xiao Er menepuk lantai dengan tangan, tubuhnya melesat bangkit seperti pendekar dalam kisah silat.
Ternyata aku bisa melakukan gerakan seperti ini? Aku bahkan tak menyangka, gerakan spontan itu bisa berhasil semudah ini.
Astaga, tubuh dengan tambahan tujuh ratus nilai bertarung ini benar-benar di luar nalar!
Kalau terus naik level begini, aku pasti jadi luar biasa!
Hantu itu ketakutan dan terus mundur. Xiao Er melirik Pedang Guru Langit di lantai, lalu melompat seperti ikan koi.
Hantu itu menyadari niat Xiao Er, meniru gerakannya, ikut melompat ke arah yang sama.
Sial, meniru aku? Itu pelanggaran hak cipta!
Xiao Er tahu dia kalah cepat, jadi setelah mendarat, ia tak langsung merebut pedang, melainkan dengan cekatan melepas jubah dan melemparkannya ke arah hantu itu.
Jubah itu langsung membentang dan membungkus hantu tersebut erat-erat, terus-menerus memancarkan cahaya emas. Hantu itu terjebak, berlutut, dan meronta-ronta tak berdaya.
Xiao Er menatap punggung hantu itu dengan senyum licik.
Kesempatan datang!
Xiao Er membentuk segel harimau dengan kedua tangan, lalu mengambil Cincin Jarum Krisan Emas. Baru saja hendak memakainya, ia melirik ke bawah dan langsung merasa tegang.
Ternyata, di cincin itu terdapat banyak duri panjang yang tajam...
Xiao Er tak bisa membayangkan seperti apa rasanya jika benda itu menusuk... (kalian pasti mengerti).
Tak heran benda ini disebut "Krisan Malang", sekali tusuk pasti celaka.
Saat ia masih berpikir, hantu itu semakin murka, meronta hebat, hingga jubah mulai robek.
Xiao Er menarik napas dalam-dalam, lalu dengan cepat mengenakan Cincin Krisan Malang itu.
Ah, sesama pria, mengapa harus saling menyakiti? Kenapa harus begini~ kenapa harus begini~
Lagu di ponsel masih terus berulang.
Ayo~ bersenang-senanglah~ toh masih banyak waktu...
Hantu itu akhirnya berhasil melepaskan diri dari jubah, hingga jubah itu hancur berantakan.
"Dasar pendeta busuk, kau tak akan bisa mengalahkanku!" teriak hantu itu dengan sombong.
Ia berbalik, tapi tak menemukan Xiao Er.
Hah? Ke mana orangnya? Hantu itu mencari ke segala arah.
"Dari bawah!"
Hantu itu menunduk dan melihat senyum licik Xiao Er.
Xiao Er mengerahkan seluruh tenaga, menyatukan empat jarinya dan menghantam bagian vital hantu itu.
Dalam sekejap, ujung jarinya berkilauan emas, dan hantu itu langsung membatu, lalu terpental.
Hantu itu menabrak langit-langit, lalu jatuh keras ke lantai, menggeliat kesakitan.
Xiao Er mengangguk puas. Efeknya benar-benar luar biasa!
Ia mengambil Pedang Guru Langit dan menempelkannya ke leher hantu itu, "Cepat katakan! Di mana roh sang nyonya rumah?"
"Apa... nyonya rumah?"
"Masih berani menyangkal! Aku bicara tentang roh nyonya rumah vila ini setelah meninggal. Aku hitung sampai tiga. Jika kau tak serahkan, aku akan membuatmu lenyap jadi debu!"
Hantu itu sudah tak sanggup melawan, terpaksa memuntahkan roh nyonya rumah dari mulutnya.
Ternyata, ia telah menyatu dengan roh lain, pantas saja tubuhnya jadi sebesar itu.
"Terima kasih, Guru Langit!" Begitu melihat Hu Xiao Er, roh nyonya rumah itu langsung berlutut.
Astaga! Xiao Er memandangnya tak percaya. Tubuhnya benar-benar sempurna!
Di balik gaun putih, sepasang kaki jenjang putih, lengan ramping, wajah menawan, ekspresi penuh belas kasihan.
Cantik tiada tara! Zaman sekarang, hantu wanita lebih cantik dari manusia!
Nilai-nilai hidup Hu Xiao Er runtuh. Dalam sehari ia bertemu dua hantu wanita, keduanya luar biasa cantik dan seksi, sampai ia tergoda ingin merasakan cinta terlarang antara manusia dan hantu.
"Mengapa mereka menahanmu? Lagi pula, setahuku kau sudah mati dua puluh tahun, kenapa belum reinkarnasi?"
"Guru Langit, anda mungkin belum tahu. Dulu, setelah aku dinodai oleh mereka, aku bunuh diri dengan gantung diri dan berubah jadi hantu jahat untuk membalas dendam. Tapi hantu tidak boleh membunuh manusia. Jika membunuh, begitu tiba di dunia arwah akan menerima hukuman berat dan tak akan pernah bisa dibebaskan." Air mata mengalir di wajah hantu wanita itu. "Perbuatan mereka padaku sungguh biadab..."
"Guru Langit, para hantu itu adalah orang-orang yang dulu menodai aku!" Hantu wanita itu menangis tersedu-sedu, semakin mengundang rasa iba.
Xiao Er pun murka. Dasar bajingan, hidup menodai orang, mati pun masih menahan roh korban, manusia macam apa itu!
"Ada berapa orang? Maksudku, berapa hantu?"
"Enam! Dia pemimpinnya!" Hantu wanita itu menunjuk hantu yang baru saja dihajar Xiao Er.
Enam? Jadi yang tadi aku bunuh lima sekaligus, benar-benar membanggakan!
Aku memang hebat!
Hantu itu masih menggeliat. Xiao Er menendangnya dua kali, lalu memasukkannya ke dalam labu.
Sistem: Hantu jahat berhasil ditaklukkan.
"Ding!—Mendapat satu Peti Perunggu!"
"Pengalaman +500, Nilai Bertarung +500, Koin Emas +4000"
Tuan Rumah: Hu Xiao Er
Guru Langit Pemula: Level 2 (naik ke tingkat Dasar di Level 10, maksimal Level 70)
Pengalaman: 0500/2000
Nilai Bertarung: 1600
Koin Emas: 8400
Item yang dimiliki: Satu Paket Hadiah Naik Level, satu Peti Perunggu, satu Pedang Guru Langit Pemula, satu Labu Penjinak Setan Pemula, satu Cincin Krisan Malang Tingkat Menengah, satu Granat Pengusir Hantu Tingkat Menengah, satu Jimat Menghilang Tingkat Dasar.